Jangan Pernah Membaca Buku

Bakar-buku-640x370

Jangan pernah membaca buku

“Jangan pernah membaca buku,” suara itu membisiki kuping lapig ketika tertidur pulas, lapig langsung terbangun seketika, mengambil air minum, tenggorokannya kering seperti habis lari maraton, sambil mengatur nafas yang tidak teratur, lapig coba mengingat siapa yang membisikan kalimat tersebut karena ingatan mimpi cepat hilang, ketika nafas sudah teratur dan detak jantung sudah kembali normal, lapig kembali menarik bantal, mencoba menutup mata dan menarik nafas dalam-dalam.

“Buku adalah pelampiasan nafsu birahi, produk pelacuran pikiran. Buku membicarakan apa saja, buku membangkitkan imajinasi dan menciptakan gangguan yang tak berguna. Ada saat kita memiliki buku-buku sejarah yang baik, kisah-kisah yang ditulis oleh orang-orang sunyi tentang  masa lalu. Namun sekarang setiap buku ingin membuka tabir jiwa manusia, dia akan jauh lebih baik hidup dalam rahasia, dalam daging, dan dalam jiwa jika dia ingin melindungi diri dari keingintahuan yang terlalu besar dan dari imajinasi yang menghancurkan keimanan. Hanya dalam usia tua buku tidak berpengaruh terhadap seseorang manusia.” (pecundang;57)

Lapig benar-benar terbangun dengan badan penuh keringat, kepala sedikit pening kini dia sedikit ingat dengan buku karangan gorky, lalu dia menuju kamar mandi untuk membasuh muka, menuju keluar kandang babi dan menyadari bahwa matahari sudah hampir di atas kepala, “sudah siang ternyata,” lapig berbicara pada dirinya sendiri, lalu memakai sepatu yang hampir dua semester tidak pernah ia cuci, berjalan kaki menuju kampus, memang, penghuni kandang babi sudah pergi keluar dari kandang, dan lapig menyadari bahwa di kandang babi tidak ada sumber kehidupan.

Leher sedikit sakit karena buku yang baru saja dia beli terlalu keras dijadikan bantalan kepala, lapig hanya bisa mencaci maki buku yang baru saja dia beli dan dijadikanya bantal, kini uang di saku celana tidak tersisa sedikit pun habis untuk membeli buku sialan, tidak berguna, buat bantalan kepala saja tidak nyaman, perut lapig semakin menderu-deru, suaranya nyaring, “apakah bisa buku ini ditukar dengan sebungkus nasi kuning?” pikir lapig, berbicara pada dirinya sendiri.

Setidaknya akan dicoba, demi meredam germuruh di dalam perut, pasti ada manfaat dari buku sialan ini, entah itu untuk membungkus nasi kuning atau menjadi wadah gorengan, menyaring minyak jelantah, semoga saja bisa ditukar dengan sebungkus nasi kuning, hari sudah semakin siang, lapig harus segera menukar buku sialan itu, sebelum sakit maagnya kambung karena telat makan, lebih tepatnya belum makan sehari lebih semalam, dan buku yang baru saja dibeli oleh lapig kini harus ia relakan demi sebungkus nasi kuning, dan lapig hanya membaca beberapa kalimat dari buku tersbut, sebelum akhirnya lapig tertidur pulas, dan buku menjadi bantalan kepala, “jangan pernah membaca buku” Lapig masih teringat ucapakan itu ketika menyantap nasi kuning.

Tidak ada yang dikhawatirkan lagi oleh lapig, perutnya sudah kenyang dan pandangan matanya mulai melemah, “sepertinya kalau sudah kenyang begini, enaknya tidur lagi”, pikir lapig sambil berbicara pada dirinya sendiri, dan bungkus dari nasi kuning dijadikan bantalan kepala, terasa tidak terlalu keras, lapig pun tertidur dengan pulas.

Apa jadinya jika lapig terus saja membaca buku yang baru saja dia beli, tidak bisa makan dan minum, karena uang sudah habis dipakai untuk membeli buku, sedangkan manusia tidak bisa lepas dari makan dan minum, jika kedua tersebut terlewatkan maka hidup lapig juga akan lewat.

Pada dasarnya manusia mampu bertahan hidup tanpa makanan selama satu minggu, sedangkan tanpa minum manusia bisa bertahan hidup selama tiga hari, dan manusia tanpa harapan bisa bertahan hidup selama tiga menit.

sumber https://wildanfauzy.com/jangan-membaca-buku/ jangan membaca buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s